Selasa, 17 Juni 2014

GEOGRAFI SUMBER DAYA ALAM
“MANAJEMEN & PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM”
DI SUSUN OLEH :
SUPREHATIN (1205035141)
RISVA ARDIANTI (1205035148)
ANASTASIA JEDO ONLET (1205035152)
ILHAM (1205035151)


PENDIDIKAN FISIKA KONSENTRASI PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2014
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “MANAJEMEN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM” salah satu materi dari mata kuliah Geografi Sumber Daya Alam.
Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya sehingga pembuatan makalah ini dapat terselesaikan. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang membantu pembuatan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.
Samarinda, 24 Mei 2014


Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang………………………………………………………………4
Rmusan Masalah……………………………………...……………………. 5
Tujuan Makalah………………………………...………………………….. 5
BAB II  PEMBAHASAN
Manajemen Sumber Daya Alam…………………………………….……….. 6
Pengelolaan Sumber Daya Alam………………………………...……………..6
Manajemen dan Pengelolaan Sumber Daya Alam………………...……………. 6
Pengelolaan Sumber Daya Alam Sebagai Payung Kesejahteraa Masyarakat…… 9
BAB III PENUTUP
Kesimpulan……………………………………….…………………….. 12
Pertanyaan Diskusi……………………………………………………… 12
Jawaban Diskusi………………………………………………………… 12
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia . Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sumbernya, persebarannya, tujuannya, cara pengolahan dan pemanfaatannya, sifat, potensi, jenisnya, pembentukannya, nilai ekonomis atau nilai kegunaannya, bentuknya, Undang-Undang Republik Indonesia serta berdasarkan barlow.
Kontrol masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup merupakan hal yang penting. Masalah penduduk sebenarnya sangat kompleks, banyak sekali aspek yang mencakup aspek didalamnya, diantara aspek pangan, pemukiman, sandang, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, dan sebagainya.juga perlu mendapat perhatian karena dapat berpotensi mempercepat terjadinya kerusakan sumber daya alam,Oleh sebab itu sudah menjadi tanggung jawab manusia untuk menjaga dan merawat lingkungan alam kita ini. Agar sumber daya alam ini bisa tetap terjaga dengan baik antara lain :
Berdasarkan prinsip berwawasan lingkungan dan berkesinambungan :
a.   Penghijauan dan Reboisasi
Usaha penghijauan dan reboisasi hutan dapat mencegah rusaknya lingkungan yang berhubungan dengan air, tanah dan udara.
Contohnya di separi. Sepanjang perjalanan ke separi kita akan jumpai tanaman sengon dan semak belukar. Reboisasi ini dilakukan guna memulihkan area bekas tambang batu bara.
b. Sengkedan atau terasering
Terasering adalah bangunan konservasi tanah dan air secara mekanis yang dibuat untuk memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng dengan jalan penggalian dan pengurugan tanah melintang lereng. Tujuan pembuatan teras adalah untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan (run off) dan memperbesar peresapan air, sehingga kehilangan tanah berkurang. Contohnya terasering (sawah berteras-teras) dapat ditemukan hampir diseluruh wilayah di Indonesia, salah satunya di pulau dewata - Bali. Masyarakat Bali bergantung pada metode pertanian ini hampir 2000 tahun lamanya. Terasering ini berada di sebelah utara desa Tegallalang daerah Ubud, dimana terdapat serangkaian sawah teras yang menjadi tempat favorit bagi para wisatawan dan para Fotografer.
c. Pengelolaan air Limbah
Pengelolaan air limbah adalah bahan buangan sisa kegiatan manusia yang keberadaannya bila dikelola dengan baik maka tidak akan menimbulkan berbagai macam dampak negative. Contohnya limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoranmanusia. Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera dsb. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran.
Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotor dan bak peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut ;
  1. Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan    tanah maupun air di bawah permukaan tanah.
  2. Tidak mengotori permukaan tanah.
  3. Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah.
  4. Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain.
  5. Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
  6. Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah.
  7. Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m.
Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. Benda yang  melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan dan dibuang. Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus. Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang digunakan tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan.
Manajemen sumber daya alam  adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup alam dalam mengunakan , memamfaatkan dan melestarikan alam demi mencapai tujuan yang telah ditentukan demi kepentingan manusia.
B. Rumusan Masalah
Adapun berbagai masalah yang akan kita bahas pada tema kali ini yaitu:
  1. Manajemen Sumber Daya Alam ?
  2. Pengelolaan Sumber Daya Alam ?
  3. Manajemen dan Pengelolaan Sumber Daya Alam ?
  4. Pengelolaan Sumber Daya Alam Sebagai Payung Kesejahteraan ?
C. Tujuan Makalah
Adapun tujuan di buatnya makalah ini Antara lain yaitu:
  1. Mengetahui maksud dari Manajemen Sumber Daya Alam.
  2. Mengetahui manajemen Sumber Daya Alam.
  3. Mengetahui maksud dari Pengelolaan Sumber Daya Alam.
  4. Mengetahui Pengelolaan Sumber Daya Alam


BAB II
PEMBAHASAN
  1. Definisi Manajemen Sumber Daya Alam
Manajemen adalah :
  1. Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan (erni dan kurniawan 2005).
  2. Seni dalam menyelesaikan sesuatu dengan orang lain (follet,1997).
Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian orang-orang serta sumber daya lainnya.
Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.
Manajemen sumber daya alam  adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup alam dalam mengunakan , memamfaatkan dan melestarikan alam demi mencapai tujuan yang telah ditentukan demi kepentingan manusia.
B.  Definisi Pengelolaan Sumber Daya Alam
Pengelolaan Sumber Daya Alam:
Usaha manusia dalam mengubah ekosistem sumberdaya alam agar manusia memperoleh manfaat maksimal dengan mengusahakan kontinuitas produksinya. Suatu proses mengalokasikan sumberdaya alam dalam ruang dan waktu untuk memenuhi kebutuhan manusia
Dalam mengalokasikan SDA  ini harus diusahakan perimbangan antara populasi manusia dengan sumberdaya alam yang ada, dengan mengusahakan pula pencegahan kerusakan pada SDA dan lingkungan hidup.
C. Manajemen dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
Pengelolaan Sumber Daya Alam mengacu pada pengelolaan sumber daya alam seperti tanah, air, tanah, tunbuhan dan hewan , dengan fokus khusus pada bagaimana manajemen mempengaruhi kualitas hidup baik untuk generasi sekarang dan masa depan. Pengelolaan sumber daya alam adalah sebangun dengan konsep pembangunan berkelanjutan , suatu prinsip ilmiah yang membentuk dasar untuk berkelanjutan pengelolaan lahan global dan tata lingkungan untuk melestarikan dan melestarikan sumber daya alam.
Pengelolaan sumber daya alam secara khusus berfokus pada pemahaman ilmiah dan teknis sumber daya dan ekologi dan pendukung daya hidup sumber daya itu. Istilah manajemen lingkungan juga mirip dengan pengelolaan sumber daya alam.
Suatu proses pengelolaan sumber daya alam secara sistematis, yang mencakup berbagai aspek penggunaan sumber daya alam (ekonomi biofisik, sosio-politik, dan) memenuhi tujuan produksi produsen dan pengguna langsung lainnya (misalnya, keamanan pangan, profitabilitas, keengganan risiko) sebagai juga tujuan dari masyarakat yang lebih luas (misalnya, pengentasan kemiskinan, kesejahteraan generasi mendatang, pelestarian lingkungan). Hal ini berfokus pada keberlanjutan dan pada saat yang sama ia mencoba untuk menggabungkan semua stake holder mungkin dari tingkat perencanaan itu sendiri, mengurangi kemungkinan konflik di masa depan.
Ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Singkatnya, daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup.
Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya. Ada bagian-bagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak. Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut :
  1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
  2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
  3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling).
  4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.


Akhir-akhir ini tampak bahwa penggunaan sumber daya alam cenderung naik terus, karena:
pertambahan penduduk yang cepat
perkembangan peradaban manusia yang didukung oleh kemajuan sains dan teknologi.
Oleh karena itu, agar sumber daya alam dapat bermanfaat dalam waktu yang panjang maka hal-hal berikut sangat perlu dilaksanakan.
Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.
Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi sumber daya alam.
Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
Di dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
Teknologi yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber daya untuk pembaruannya.
Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin pertumbuhan sumber daya alam hayati.
Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya dengan daur ulang.
Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses pembaruannya.
Tiga Asumsi utama dalam sumber daya alam berbasis manajemen masyarakat adalah bahwa; penduduk setempat lebih baik ditempatkan untuk melestarikan sumber daya alam, orang akan menghemat sumber daya hanya jika keuntungan melebihi biaya konservasi dan orang akan menghemat sumber daya yang terkait langsung dengan kualitas hidup mereka. Ketika orang lokal kualitas hidup ditingkatkan, upaya dan komitmen untuk menjamin masa depan kesejahteraan sumber daya juga ditingkatkan. Namun tantangan utama adalah memiliki lebih keterbatasan melakukan dengan intervensi teknis daripada dengan mengelola hubungan antara orang-orang.
Pesan yang disampaikan oleh pengalaman kasus sederhana: cara yang paling efektif untuk memperkenalkan manajemen sumber daya alam adalah untuk melibatkan pengguna sumber daya dan pemangku kepentingan lokal lainnya dalam berbagi belajar dan inovasi, yang memperkuat mata pencaharian mereka. Pengetahuan lokal, pengalaman, dan tradisi manajemen sumber daya alam merupakan aset berharga bila dimanfaatkan untuk penelitian dan tindakan. Memahami dan menggambar atas aktiva tersebut mengarah ke inovasi manajemen sumber daya alam lebih berhasil daripada ketika pengguna lokal diperlakukan sebagai pengamat uninformed untuk diserahkan solusi teknis oleh “ahli” dan dikemas skema pengaturan oleh pemerintah. Proses penelitian tindakan partisipatif dapat menjadi alat yang ampuh untuk inovasi manajemen bersama.
D.  Pengelolaan Sumber Daya Alam Sebagai Payung Kesejahteraan
Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang sangat kaya akan keragaman baik jenis maupun manfaatnya berupa hasil bumi, hasil laut, hasil tambang dan lain sebagainya. Sayangnya kekayaan ini belum dapat dikelola secara maksimal sehingga cita-cita menuju masyarakat yang adil dan makmur masih belum terwujud.
Pengelolaan sumberdaya alam cenderung dilakukan secara over eksploitatif dimana hasil alam dikeruk sebesar-besarnya tanpa memperhatikan keberlanjutan dan kelestarian alam itu sendiri. Akibatnya selain lingkungan menjadi rusak, timbulah permasalahan-permasalahan sosial seperti kemiskinan, kecemburuan sosial, hilangnya mata pencaharian.
Model-model pengelolaan sumberdaya alam saat ini adalah dengan membuka peluang investasi sebesar-besarnya melalui investor baik investor dalam negeri maupun investor luar negeri dengan tanpa memberikan peluang kepada masyarakat setempat untuk mengelola kekayaan alamnya. Pada kenyataannya, masyarakat hanya diberikan ruang yang sangat terbatas dalam mengelola sumberdaya alam di tempat mereka tinggal. Itupun tak lebih dari sekedar memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja perusahaan yang berinvestasi.
Pengelolaan sumberdaya alam seharusnya melalui pendekatan manajemen sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan yang menempatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama dalam mengelola sumberdaya alam melalui pengembangan industri perdagangan berbasis sumberdaya alam, penguatan komunitas serta kemitraan bisnis yang saling menguntungka, dengan mempertimbangkan upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penghapusan kemiskinan, dan pendemokratisasian pengelolaan sumber daya alam dan harus diselenggarakan secara terpadu dan profesional.
Percepatan pembangunan ekonomi yang sehat di seluruh nusantara harus dilakukan melalui paradigma baru yaitu menempatkan komunitas sebagai pelaku utama dalam mengelola hasil kekayaan alam guna meningkatkan dan memperkuat kegiatan-kegiatan ekonomi. Sumber daya alam adalah termasuk dalam kategori komoditas yang bersifat inelastis, maka konsekuensinya adalah: jika komoditas ini mengalami kenaikan harga, maka pendapatan total (total revenue) yang akan didapatkan oleh para penjual komoditas ini (produsen) akan semakin tinggi. Oleh karena itu, semakin tinggi harga komoditas ini, maka akan semakin besar pendapatan total yang akan diperoleh para penjualnya. Naik turunnya harga dari komoditas SDA ini akan berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap naik turunnya biaya produksi. Selanjutnya, naik turunnya biaya produksi ini tentu juga akan berpengaruh langsung terhadap naik turunnya produksi nasional secara agregat. Apabila harga komoditas SDA mengalami kenaikan, maka secara ekonomi makro akan mengakibatkan terjadinya inflasi, yaitu harga-harga secara umum mengalami kenaikan, sekaligus di sisi lain akan meyebabkan pendapatan rakyat di negeri itu mengalami penurunan, alias rakyat akan menjadi semakin miskin.
Mengingat posisi strategis dari sumber daya alam bagi keberlangsungan ekonomi umat manusia secara keseluruhan, maka pembahasan seharusnya lebih difokuskan kepada persoalan yang paling fundamental, yaitu menyangkut keberadaan dari sumber daya alam itu sendiri.
Rantai antara sumber daya alam (SDA), sebagai suatu kondisi yang diberikan (dianugerahkan), sumber daya infrastruktur (SDI) daerah, sebagai payung dan wadah yang secara formal akan mengelola SDA tersebut, serta –yang terpenting- sumber daya manusia (SDM), sebagai faktor utama berhasilnya pelaksanaan pengelolaan SDA dan SDI, adalah sesuatu yang harus ada dan merupakan syarat bagi berhasilnya program pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Pada suatu masanya, SDA akan semakin habis atau menipis jumlah cadangannya, sementara –tergantung dari keberhasilan program pengelolaan- SDI daerah baik dan buruknya akan sangat bergantung dari SDM sebagai faktor kunci dan subyek dalam rantai pengelolaan ini. Keberlangsungan hubungan SDA-SDI-SDM yang berkelanjutan akan sulit terwujud jika tidak ada komitmen yang tulus dari semua pihak yang berperan dalam aktifitas pengelolaan SDA dalam pengembangan, pemberdayaan dan pemanfaatan SDM daerah.
Persoalan yang paling krusial menyangkut permasalahan sumber daya alam di negeri Indonesia ini sesungguhnya bukan terletak pada masalah langka atau tidaknya sumber daya ini, bukan juga pada masalah mahal atau tidaknya harga sumber daya alam ini di tingkat dunia. Termasuk juga, bukan masalah sulit atau tidaknya untuk mendapatkannya. Akan tetapi, semuanya hanya bermuara kepada keputusan politik ekonomi dari pengelolaan sumber daya itu sendiri.


BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah disampaikan diatas maka dapat disimpulakan:
  1. Manajemen Sumber Daya Alam adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup alam dalam mengunakan , memamfaatkan dan melestarikan alam demi mencapai tujuan yang telah ditentukan demi kepentingan manusia.
  2. Pengelolaan Sumber Daya Alam adalah Usaha manusia dalam mengubah ekosistem
sumberdaya alam agar manusia memperoleh manfaat maksimal dengan mengusahakan kontinuitas produksinya.

B. Pertanyaan Selama Diskusi Kelas
Tentang pengelolaan sumber daya alam vs pengelolaan lingkungan hidup. Apa makna dari kata yang tencantum dalam slide persentasi anda “ jika sasaran pengelolaan sumber daya alam adalah ekosistem sumber daya alam, maka sesungguhnya pengelolaan lingkungan hidup sudah tercakup dalam pengelolaan sumber daya alam” ?                            (kelompok 4)
  1. Apa perbedaan pengelolaan sumber daya alam dengan manajemen sumber daya alam? (kelompok 5)
  2. Bagaimana pengelolaan sumber daya alam yang baik? (kelompok 7)
  3. Sebutkan ruang lingkup sumber daya alam . jelaskan masing-masing sub ! (kelompok 1)
C. Jawaban pertanyaan Diskusi
  1. Perbedaan pengelolaan sumber daya alam dengan manajemen sumber daya alam yaitu:
Pengelolaan sumber daya alam yaitu Usaha manusia dalam mengubah ekosistem sumberdaya alam agar manusia memperoleh manfaat maksimal dengan mengusahakan kontinuitas produksinya. sedangkan
2. Manajemen sumber daya alam yaitu suatu proses menangani berbagai masalah  pada ruang lingkup alam dalam mengunakan , memamfaatkan dan melestarikan alam demi mencapai tujuan yang telah ditentukan demi kepentingan manusia.


3. Pengelolaan sumber daya alam yang baik yaitu:
Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati da efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling).
Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam
Ruang lingkup kegiatan pengelolaan sumber daya alam yaitu :
Inventarisasi. Inventarisasi secara pengetahuan kita yaitu mengelis atau mendaftar dalam catatan barang-barang yang telah ada. Jadi inventarisasi yang dimaksudkan dalam pengelolaan sumber daya alam yaitu mengeksplorasi tempat-tempat yang terdapat sumber daya alamnya.
Perencanaan. Perencanaan yang dimaksud dalam pengelolaan sumber daya alam yaitu merencanakan pengelolaan sumber daya alam dari step awal hingga akhir. Setelah eksplorasi dilakukan tahap selanjutnya yaitu merencanakan/ membuat kerangka pengolahan sumber daya alam dari awal hingga akhir agar tujuan yang di rencanakan dapat dicapai dengan baik tanpa halangan suatu apapun.
Pelaksanaan. Tahap pelaksanaan ini merupakan action dari rencana yang telah dibuat dari awal hingga akhir. Melaksanakan segala sesuatu yang telah direncanakan . Pengawasan. Pengawasan merupakan usaha yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam pengelolaan sumber daya alam pengawasan sangat diperlukan agar pelaksanaan bias berjalan dengan lancar.




DAFTAR PUSTAKA

http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20140401/380/214648/pengolahan-sumber-daya-alam-lingkungan-indonesia